<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="11">
 <titleInfo>
  <title>Strategi Pendistribusian Buah Lokal di Kota Semarang</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hikmah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Andalan Tri Ratnawati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Peluang pasar bagi buah lokal masih amat luas seiring tumbuhnya kesadaran masyarakat mengonsumsi buah. Menurut jejak pendapat Kompas (16 Oktober 2011) masyarakat sebenarnya masih menggemari buah lokal, dari 446 responden 74,9% responden lebih memilih buah lokal dari pada buah impor. Buah yang dikirim dari petani hingga pedagang pengecer, diperkirakan mencapai 30% rusak sebelum sampai ke tangan konsumen. Hal ini berbeda dengan buah hasil impor dengan menempuh perjalanan yang jauh kondisinya masih bagus. Penelitian ini bertujuan membuat strategi pendistribusian buah lokal di Kota Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah petani, pedagang eceran, pengepul, tengkulak. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Pola distribusi buah lokal di Kota Semarang sebagian besar petani menjual ke tengkulak, dilanjutkan ke pengepul, baru ke pedagang eceran yang kemudian diteruskan ke konsumen. Strategi distribusi buah lokal model penelitian ini adalah petani diteruskan ke koordinator petani buah terus outlet diteruskan ke konsumen, atau dari koordinator petani kemudian ke outlet baru kepada konsumen.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn">16935241</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Digilib FEB UNTAG Semarang Digital Library of Economics and Business Faculty UNTAG Semarang</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="11" url="" path="/3a86ea837df6f55508c89a943c406021.pdf" mimetype="application/pdf">Similarity Check Result</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>11</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-01-16 11:48:26</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-01-16 11:48:26</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>